4 Feb 2011

Mencari Yang Hilang

Yesus menceritakan banyak perumpamaan tentang orang-orang yang mencari apa yang telah hilang, seperti seorang gembala yang memiliki sembilan puluh sembilan domba di padang dan pergi di tengah hujan untuk mencari satu yang tersesat, juga seorang ayah yang menunggu di penghujung jalan, menatap horison setiap hari demi anaknya laki-laki yang telah hilang. Semua ilustrasi alkitabiah menunjukkan betapa penting arti dari pencarian manusia.

Pada sebuah acara World Forum di San Fransisco, saya bertemu dengan seorang biksu Budha Katolik dari Kamboja. (Menurut penjelasannya, tidak ada konflik dalam menjadi seorang Katolik dan sekaligus seorang Budha, karena “Kekatolikan adalah sebuah agama, sementara Budha adalah sebuah ilmu pengetahuan.”)Pada saat kami sedang berbincang-bincang, saya bertanya kepadanya bagaimana ia akhirnya dapat tiba di Kamboja. Tampaknya bahwa sementara ia sedang berjalan menuju kantor imigrasi di San Fransisco, ia melewati sebuah perkemahan pengungsi Kamboja. Seorang wanita sedang menangis meraung-raung dan memukul-mukulkan dirinya sendiri ke arah pagar, lalu ia pergi untuk melihat apakah permasalahannya.

Ia menarik sebuah foto anak kecil berumur 2 tahun dan di sela-sela isakannya ia menjelaskan bahwa desakan dan tubrukan orang banyak yang berlarian menuju kapal-kapal boat telah membuatnya terpisah dari anak gadisnya yang masih kecil.

Setelah melakukan pencarian di sekitar perkemahan, ia mengetahui bahwa anaknya tidak berada di sana, dan ia tidak tahu apakah ia sendirian akan mampu menemukan anaknya lagi.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya saya kepadanya.

Ia berkata, “Saya berjanji bahwa saya akan menemukannya.”

“Kamu lakukan itu?” tanya saya.

“Ya,” jawabnya.

“Di mana?” tanya saya lagi. “Di Kamboja.”

“Berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk menemukannya?” lanjut saya.

“Dua tahun,” jawabnya.

“Dua tahun!” pekik saya.

“Bagaimana kamu dapat menemukannya?”

“Saya membawa foto anak itu, dan berjalan dari desa ke desa.”

“Bagaimana dengan pekerjaanmu?” tanya saya.

“Itulah pekerjaan saya,” dengan tenang ia menjawab. Kemudian ia berbalik dan memperkenalkan saya pada seorang teman yang duduk di sebelahnya, dan itulah akhir dari perbincangan kami.

Saya bertanya-tanya mengenai jenis tugas apakah yang akan kita miliki, apabila “mencari yang hilang” adalah satu-satunya pekerjaan kita. Apa yang akan kita cari? Mencari Yang Hilang

Yesus berkata, “Selama Aku bersama mereka, aku memelihara mereka dalam namaMu, ... Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa ...” (Yohanes 17:12)

Yesus pergi untuk mencari yang hilang.

(Laurie Beth Jones - Jesus in Blue Jeans)
sumber : http://www.mkif-online.de/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar